Selasa, 01 Juni 2010

FPI: Apakah LSF Dengan Gampang Bisa Dibayar?

This interesting article addresses some of the key issues regarding news. A careful reading of this material could make a big difference in how you think about news.
Front Pembela Islam (FPI) menilai Lembaga Sensor Film (LSF) telah lalai menjalankan tugas atas lolosnya film RAYUAN ARWAH PENASARAN. Padahal sebelumnya FPI telah memprotes film sejenis, yang berencana mendatangkan bintang porno Jepang, Miyabi. Protes itu pun membuahkan hasil, hingga pemerintah turut tangah melarang kehadiran bintang pemilik nama asli Maria Ozawa itu.

"Kita juga menyayangkan kepada pihak LSF kenapa film tersebut masih saja ditayangkan meskipun itu adalah film yang bergenre komedi. Tapi kenapa bisa muncul?" tegas Habib Salim Alatas, Ketua DPD FPI Jakarta, dengan nada tanya tinggi.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

"Di sini kita tidak tinggal diam dan ini kerja kita, jangan sembarangan meloloskan. Apakah LSF dengan gampang bisa dibayar? dan ini bisa merusak generasi bangsa dan ini harus kita cegah," sambungnya.

Bagi FPI tidak ada kata terlambat, meski film ini sudah beredar di bioskop. Karena sebagai organisasi masyarakat, pihaknya telah banyak menerima pengaduan dan laporan berisi keberatan atas pemutaran film tersebut. Film itu, ditambahkan Habib, menampilkan Rahma Azhari yang melakukan ciuman di atas tempat tidur. Adegan tersebut yang akan dijadikan bukti oleh FPI nantinya.

"Tidak ada kata terlambat bagi kita, kalau ada yang meminta agar film itu diberhentikan yah kita harus hentikan karena itu tugas kita. Karena kita khawatir film ini bisa lebih banyak lagi. Karena akhlak kita bisa rusak. Dan secepat mungkin akan kita usahakan," terangnya. (kpl/ato/dar)

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing--the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar