Minggu, 18 April 2010

Kehabisan Bekal, Nadine Bermalam di Bandara Calcutta

When you think about news, what do you think of first? Which aspects of news are important, which are essential, and which ones can you take or leave? You be the judge.
Keliling dunia tidak harus mahal, itulah konsep yang tertanam pada artis Nadine Chandrawinata dan sembilan temannya yang baru pulang keliling Nepal. Puteri Indonesia 2005 itu dengan hanya membawa barang seperlunya dan selama tiga minggu lebih menjalani perjalanan ke India dan Nepal dengan konsep backpacker.

Nadine pun merasa mendapatkan banyak pengalaman dari perjalanannya tanggal 14 Maret sampai 9 April lalu itu. Termasuk pengalaman bermalam di bandara Calcutta karena kehabisan bekal.

"Perjalanannya menarik banget kok karena belum pernah aku lakukan sebelumnya. Yang paling menarik itu pas pengen pulang gara-gara kehabisan uang, sampai akhirnya harus tidur di bandara Calcutta di India," tuturnya saat ditemui di peluncuran buku EYEWITNESS TRAVEL: TOP 10, di Buddha Bar, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (16/04).

Sometimes the most important aspects of a subject are not immediately obvious. Keep reading to get the complete picture.

Tidak hanya itu, dari kesembilan temannya juga tidak ada yang mempunyai kemampuan berbahasa India, sehingga selama bermalam selalu menggunakan bahasa isyarat. Karenanya, kemudian sedikit-sedikit belajar bahasa India.

"Di sana pakai bahasa Tarzan yang keluar. Karena nggak pakai bahasa Inggris. Ini jadi pengalaman dan sebisa mungkin memang sedikit mempelajari. Dari greeting-nya, ya pokoknya sedikit tahu lah," terangnya.

Selama perjalanan, Nadine bersama empat teman cewek, dan 5 cowok, mengaku berkeliling India dan dilanjutkan menuju ke Nepal. Dirinya selama di India mengunjungi sungai Gangga dan melihat ritual masyarakat setempat.

Sebenarnya semua sudah direncanakan, dengan menghitung semua biaya dan harga-harga kebutuhan yang akan dibeli. Namun karena sebuah keteledoran, akhirnya uang yang dibawa tidak mencukupi untuk mengikuti penerbangan secara langsung. Selama 20 jam harus menunggu penerbangan reguler.

"Gara-garanya aku teledor, makan dan tidur di tempat yang enak, akhirnya kehabisan uang deh," ungkapnya. "Karena dapat penginapan yang enak, akhirnya keteteran," tambahnya mengenang. (kpl/adt/dar)

Now that wasn't hard at all, was it? And you've earned a wealth of knowledge, just from taking some time to study an expert's word on news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar