Sabtu, 03 April 2010

Rhoma Irama: Kumpul Kebo Bebas, Masak Nikah Siri Dihukum?

This interesting article addresses some of the key issues regarding news. A careful reading of this material could make a big difference in how you think about news.
Sebagai seorang musisi dan juga tokoh umat Rhoma Irama melihat banyak sisi pada bangsa ini yang perlu mendapat perhatian. Banyak nilai yang yang seharusnya dijunjung tinggi, kini mulai terkikis oleh waktu.

"Bangsa kita kan punya dasar Pancasila. Tapi itu tidak membumi, banyak dari kita tidak mengacu pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Di negara kita nilai agamis tinggi, tapi nilai itu semakin terdegradasi," ungkap Rhoma Irama dengan gayanya yang khas.

Bang Haji, demikian bisa dipanggil, mengungkapkan, semua elemen bangsa ini sudah melakukan anarkisme. Demokrasi bukan berarti harus keluar dari ketuhanan dan kemanusiaan. Dan secara pribadi walaupun sebutir debu, suami Ricca Rachim ini ingin tetap berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

Rhoma yang ditemui di lokasi syuting film DAWAI 2 ASMARA, di kawasan Sentul, Jakarta Barat, Kamis (1/4), juga mengungkapkan komentarnya tentang nikah siri yang belakangan banyak diperdebatkan. Bukan karena pernah melakukan pernikahan siri, raja dangdut ini berkomentar, namun ada sesuatu yang kurang adil jika banyak orang menyerang pernikahan yang sah secara agama itu.

"Seandainya mau membahas pernikahan non administratif (nikah siri, red), buat dulu undang-undang perzinahan. Sekarang, undang-undang kita tidak menghormati pernikahan yang halal tapi memberi izin buat zina," terangnya.

"Sekarang kita tidak boleh menyebut pelacur, tapi pekerja seks komersial (PSK). Sejajar (penyingkatan, red) dengan pegawai negeri (PNS). Mereka difasilitasi, dibuatkan lokalisasi. Diakui keberadaannya dengan ditarik pajak. Padahal itu jelas haram. Nah ini yang kita jadi salah, kita menegakkan hukum setan, tapi menafikkan hukum Tuhan," tambahnya.

Bagi ayah Ridho Rhoma ini undang-undang pernikahan siri, sebagai sesuatu yang terbalik secara logika. Sehingga perlu diletakkan secara proporsional. "Undang-undang ini membalikkan logika. Kalau anda berzina dan kumpul kebo bebas. Tapi masak nikah siri anda harus dihukum. Ini hukum apa?" tegasnya. (kpl/uji/dar)

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar