Jumat, 02 April 2010

Karnos Film Tebus Masa Vakum Dengan 3 Film Baru

When most people think of news, what comes to mind is usually basic information that's not particularly interesting or beneficial. But there's a lot more to news than just the basics.
Tercatat sudah tujuh tahunan Karnos Film vakum dari produksi film dan sinetron, seperti diungkapkan Rano Karno. Dan rencananya tahun ini Karnos Film akan memproduksi tiga judul film, SATU JAM SAJA, SI DOEL THE MOVIES dan THE LAST BARONGSAI. Dengan penuh antusias Wakil Bupati Tangerang ini menceritakan apa yang melatarbelakangi pembuatan film tersebut.

"Mungkin dibilang tiga serangkai agak aneh, almarhum Sjuman, almarhum Benyamin S, dan aku. Sjuman baca novel Si Doel itu tapi aku tidak tahu soal Bang Ben (sapaan akrab Benyamin S). Sjuman sepulang dari Rusia, film pertama yang dibuat Si Doel Anak Betawi tahun 71, dia baca waktu kecil sama seperti saya baca pada umur 8 tahun," papar Rano kepada KapanLagi.com, saat ditemui di Studio Karnos Film, Cibubur, Rabu (31/03).

"Waktu aku kecil aku emang pingin jadi Si Doel, karena realita seperti itu. Aku dagang kue ya, posisi keluarga saya yang sederhana tidak kaya dan tidak miskin, punya TV tapi tidak bisa ditonton karena tidak ada listrik. Itu realita waktu aku tinggal di Senen. Tiba-tiba Sjuman setelah bikin Si Doel Anak Betawi tiba-tiba bikin Si Doel Anak Modern, yang main Benyamin dan Christine (Christine Hakim). Aku protes kenapa gue tidak diajak?"

"Ternyata Sjuman punya banyak obsesi tentang Si Doel, seperti Si Doel Anak Revolusi dan lain-lainnya. Nah, sejak saat itu aku berpikir kenapa Si Doel tidak bisa jadi insinyur. Dan ada satu dialog aneh dalam Si Doel yang tidak masuk dalam skenario, tapi selalu aku pakai saat Benyamin ngobrol dengan Doel, 'Bukan gue marah sama lu Doel, cuman gue gak mau lu jadi tukang angon, makelar tanah, tukang buah. Sekali-kali gue pingin lihat lu jadi gubernur'."

"Itu tidak dalam skenario, artinya kalo gue sekarang jadi Wakil Bupati, bukan jabatannya, artinya itu jadi doa. Tapi kadang kok bisa gini, apa kebetulan? Ternyata tidak ada kebetulan," ujarnya.

Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

Dan sejak duduk di kursi birokrasi, Rano memang mengurangi berbagai kegiatan di bidang kesenian. Walau sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat tapi bukan berarti kreativitas putra aktor dan sutradara kawakan Soekarno M Noor ini mandeg.

"Artinya gini, Doel masih aku tulis walaupun aku tidak aku buat. Doel itu kan kehidupan. Setelah almarhum Benyamin, engkong, Mbah Bendot, Basuki, aku selalu tulis walau hanya sebagai catatan. Doel itu sebenarnya catatan, bukan skenario aku rangkai menjadi satu cerita. Sampai sekarang masih, aku yakin Doel tidak akan habis, pun saat aku tidak ada. Doel terakhir ditinggal Sarah karena nolong Zaenab, dan ternyata waktu Sarah pergi dia mengandung, punya anak satu laki-laki."

"Nah, sementara Zaenab sudah cerai. Si Doel duda gak, laki gak, jadi Mandra yang sewot. Sehingga pada satu saat Doel mengalah pada situasi, sekarang Mak Nyak sakit-sakitan, artinya Mak Nyak butuh orang yang bisa ngerawat, yang bisa ngerawat Mak Nyak ya Zaeneb. Lama-lama Doel luluh, kawinlah dengan Zaenab, meninggalkan satu beban. Doel didatangi mimpi seperti 'dejavu' ketemu anak kecil di pantai. Suatu saat dia ke pantai ketemu anak laki yang selalu dalam mimpi dan ternyata anaknya si Doel."

"Posisinya Doel nikahi Zaenab, ketemu anaknya dan Sarah. Doel dilema lagi. Sarah merasa bersalah karena ninggalin suami, mau ketemu malu karena sudah gemuk. Ya sekarang Lia (Cornelia Agatha) kan gemuk gitu, karena Sarah gitu, dia ketemu anak istri yang belum cerai. Zaenab menyerahkan pada Si Doel," urainya panjang.

Salah satu alasan Si Doel tidak dalam format TV lagi karena menurut Rano format Si Doel sudah tidak cocok lagi dengan format TV.

"Untuk film Satu Jam Saja, itu juga dari lagu lomba pemenang Cipta Prambors tahun 80. Sejak lagu itu aku dengar sudah jadi cerita, skenario selesai tahun 96. Dan mungkin Vino (Vino G Bastian) main, Revalina (Revalina S Temat) main, Andhika Pratama. Ada perbedaan antara pemain dulu dengan sekarang. Kalau dulu kita cari tokoh, bukan tokoh cari kita. Mungkin di sini Mbak Widyawati jadi dokter hanya tujuh scene, tapi mainnya luar biasa, tidak selalu peran utama. Dan yang terakhir THE LAST BARONGSAI. Riset dua tahun," pungkas kakak kandung Suti Karno ini. (kpl/wwn/bun)

So now you know a little bit about news. Even if you don't know everything, you've done something worthwhile: you've expanded your knowledge.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar